Yang merasakan kangen ketika
melihat foto-foto lama, atau jumpa teman lama di medsos mungkin bukan cuma saya. Hal biasa yang membuat saya pribadi
berubah menjadi melankolis untuk sementara. Kalau disuruh memilih untuk hidup
seperti ketika SD,SMP, atau SMK mungkin saya akan memimilih ketiganya. Karna teman
dari ketiga jenjang pendidikan tersebut variatif, dan bagi saya semua jenjang
pendidikan tersebut menjadikan saya lebih dewasa dan tentu saja penuh dengan
kenangan yang sulit dilupakan, dan terkadang sangat dirindukan.
Banyak sekali yang berubah dari teman-teman masa sekolah
saya, dan perubahan itu pasti. Senang melihat teman yang dulu saya kenal
berubah menjadi orang yang lebih dewasa, cantik dan tampan diluar dugaan saya. Mereka
tumbuh menjadi remaja yang beranjak dewasa dengan cara berfikir mereka
masing-masing. Tidak ada yang salah dengan perubahan mereka, pun saya berubah
jauh dari Elli yang masih kelas 3 SD yang takut dengan wali kelas karna beliau
menganggap saya seperti anaknya sendiri. Aneh memang, saya malah merasa takut karna diberikan perhatian lebih dari teman yang
lain hanya karna saya dianggap seperti “anak” guru wali kelas saya. Dan itu
salah satu kenangan SD yang masih melekat jelas di memori. Andai saya bisa
kembali, mungkin saya akan benar-benar menikmati hal itu, bersenang-senang
dengan teman SD sebelum saya meninggalkan kenangan yang tidak bisa diulang.
Saya yakin dari semua teman saya, mereka akan memiliki
karakter yang sedikit berubah dari terahir saya bertemu mereka. Bisa jadi negative
atau positif tergantung lingkungan mereka. Namun dari beberapa teman saya yang
masih menjalin komunikasi, sebagian dari mereka terlihat lebih memiliki
pandangan hidup dan prinsip yang matang. Mereka tau peran yang mereka jalani
sekarang. Dan saya tidak meragukan setiap keputusan yang mereka ambil untuk
menjalani hidupnya masing-masing. Harapan untuk berkumpul, bertemu dengan
teman-teman sekolah semoga menjadi agenda saya ketika pulang nanti. Mereka menjadi
orang-orang yang ikut berpengaruh dalam kehidupan saya. Saya berdoa untuk
setiap teman-teman saya dimanapun mereka berada, semoga kalian diberikan kesehatan
dan diperkenankan untuk kita berjumpa lagi, menertawakan setiap kejadian,
tingkah, dan kenangan yang pernah kita lakukan dimasa lalu tanpa merasa malu
atau bahkan ada kesombongan dalam diri kita. Saya berdoa somoga mereka selalu
dimudahkan rezekinya, diberikan jalan yang lurus untuk melalui kehidupan yang
fana dan sementara ini.
Denpasar, 20 Agustus 2015