Selasa, 23 Juni 2015

Hutan Mangroove Denpasar Timur

Sekitar sepekan yang lalu ketika weekend datang saya memutuskan untuk mencari tempat yang nyaman di kota kecil ini. Sudah "sumpek" dengan rutinitas harian yang menjemukan (menurut saya) saya memutuskan untuk pergi ke daerah denpasar timur. Awalnya saya ragu dengan hutan mangroove yang terkenal sebagai spot untuk foto preweding. Namun setelah memasuki kawasan hutan mangroove saya merubah presepsi awal saya. 
Hutan ini terletak di jalan by pass ngurah rai, tepatnya sekitar 1km sebelum simpang siur dari arah gianyar. Objek wisata ini luasnya sekitar 1300 ha, namun sayangnya tidak seluruh hutan dilengkapi dengan jalan yang terbuat dari bilah papan yang membawa para pengunjung ke bibir pantai. Harga tiket yang lumayan murah (10.000/orang) untuk weekend. Anda bisa berkeliling hutan mangroove dan tentu saja mengabadikannya melalui foto. Ratusan pohon mangroove yang ada disini saya rasa sudah berumur lebih dari 10 tahun,terlihat dari tinggi pohon dan akar-akar pohon mangroove yang sudah menjalar kemana-mana.
Didalam hutan mangroove ini yang membuat saya terkesan pertama kali masuk adalah suara berbagai macam burung yang saling saut dari segala penjuru hutan. Insting teman saya yang seorang pecinta burung pun mulai menebak-nebak burung apa yang sedang berkicau. Disetiap jalan di hutan manggroove memang dipenuhi banyak sekali burung yang berkicau, mulai dari cucak hijau, burung tledekan laut,kacer, dll. Tidak mengherankan kalau hutan mangroove dijadikan sarang yang tepat bagi banyak burung, karna tempatnya yan
g sulit dijangkau manusia. Saya habiskan waktu saya di hutan mangroove dengan menyusuri jalan, terkadang saya berhenti untuk mengambil foto(karna memang tempatnya pas untuk berfoto :d). Di ujung jalan yang disediakan di hutan mangroove ini biasanya pengunjung berhenti di gazebo pinggir pantai yang menghadap ke jalan tol bali mandara. Disana banyak pengunjung yang duduk lama sambil makan siang yang sudah dibawa dari rumah. Karna saat itu banyak sekali pengunjung yang datang saya putuskan untuk berhenti sejenak di pinggir jalan dibawah pohon yang rindang. Duduk sambil "ngobrol" dengan teman saya, bercerita "ngalor-ngidul" sambil menunggu senja datang ditemani kicauan burung sunggu seperti tak ada tempat lain seindah dan senyaman ini selain di hutan mangroove. Saya sangat recomend tempat ini, karna memang tempatnya sangat sejuk dan nyaman bagi pengunjung baik yang berkeluarga maupun yang masih muda-mudi.