Rabu, 19 Agustus 2015

Masa yang merindukan



Yang merasakan kangen ketika melihat foto-foto lama, atau jumpa teman lama di medsos mungkin bukan cuma saya. Hal biasa yang membuat saya pribadi berubah menjadi melankolis untuk sementara. Kalau disuruh memilih untuk hidup seperti ketika SD,SMP, atau SMK mungkin saya akan memimilih ketiganya. Karna teman dari ketiga jenjang pendidikan tersebut variatif, dan bagi saya semua jenjang pendidikan tersebut menjadikan saya lebih dewasa dan tentu saja penuh dengan kenangan yang sulit dilupakan, dan terkadang sangat dirindukan.
Banyak sekali yang berubah dari teman-teman masa sekolah saya, dan perubahan itu pasti. Senang melihat teman yang dulu saya kenal berubah menjadi orang yang lebih dewasa, cantik dan tampan diluar dugaan saya. Mereka tumbuh menjadi remaja yang beranjak dewasa dengan cara berfikir mereka masing-masing. Tidak ada yang salah dengan perubahan mereka, pun saya berubah jauh dari Elli yang masih kelas 3 SD yang takut dengan wali kelas karna beliau menganggap saya seperti anaknya sendiri. Aneh memang, saya malah merasa takut karna diberikan perhatian lebih dari teman yang lain hanya karna saya dianggap seperti “anak” guru wali kelas saya. Dan itu salah satu kenangan SD yang masih melekat jelas di memori. Andai saya bisa kembali, mungkin saya akan benar-benar menikmati hal itu, bersenang-senang dengan teman SD sebelum saya meninggalkan kenangan yang tidak bisa diulang.
Saya yakin dari semua teman saya, mereka akan memiliki karakter yang sedikit berubah dari terahir saya bertemu mereka. Bisa jadi negative atau positif tergantung lingkungan mereka. Namun dari beberapa teman saya yang masih menjalin komunikasi, sebagian dari mereka terlihat lebih memiliki pandangan hidup dan prinsip yang matang. Mereka tau peran yang mereka jalani sekarang. Dan saya tidak meragukan setiap keputusan yang mereka ambil untuk menjalani hidupnya masing-masing. Harapan untuk berkumpul, bertemu dengan teman-teman sekolah semoga menjadi agenda saya ketika pulang nanti. Mereka menjadi orang-orang yang ikut berpengaruh dalam kehidupan saya. Saya berdoa untuk setiap teman-teman saya dimanapun mereka berada, semoga kalian diberikan kesehatan dan diperkenankan untuk kita berjumpa lagi, menertawakan setiap kejadian, tingkah, dan kenangan yang pernah kita lakukan dimasa lalu tanpa merasa malu atau bahkan ada kesombongan dalam diri kita. Saya berdoa somoga mereka selalu dimudahkan rezekinya, diberikan jalan yang lurus untuk melalui kehidupan yang fana dan sementara ini.
Denpasar, 20 Agustus 2015

Selasa, 23 Juni 2015

Hutan Mangroove Denpasar Timur

Sekitar sepekan yang lalu ketika weekend datang saya memutuskan untuk mencari tempat yang nyaman di kota kecil ini. Sudah "sumpek" dengan rutinitas harian yang menjemukan (menurut saya) saya memutuskan untuk pergi ke daerah denpasar timur. Awalnya saya ragu dengan hutan mangroove yang terkenal sebagai spot untuk foto preweding. Namun setelah memasuki kawasan hutan mangroove saya merubah presepsi awal saya. 
Hutan ini terletak di jalan by pass ngurah rai, tepatnya sekitar 1km sebelum simpang siur dari arah gianyar. Objek wisata ini luasnya sekitar 1300 ha, namun sayangnya tidak seluruh hutan dilengkapi dengan jalan yang terbuat dari bilah papan yang membawa para pengunjung ke bibir pantai. Harga tiket yang lumayan murah (10.000/orang) untuk weekend. Anda bisa berkeliling hutan mangroove dan tentu saja mengabadikannya melalui foto. Ratusan pohon mangroove yang ada disini saya rasa sudah berumur lebih dari 10 tahun,terlihat dari tinggi pohon dan akar-akar pohon mangroove yang sudah menjalar kemana-mana.
Didalam hutan mangroove ini yang membuat saya terkesan pertama kali masuk adalah suara berbagai macam burung yang saling saut dari segala penjuru hutan. Insting teman saya yang seorang pecinta burung pun mulai menebak-nebak burung apa yang sedang berkicau. Disetiap jalan di hutan manggroove memang dipenuhi banyak sekali burung yang berkicau, mulai dari cucak hijau, burung tledekan laut,kacer, dll. Tidak mengherankan kalau hutan mangroove dijadikan sarang yang tepat bagi banyak burung, karna tempatnya yan
g sulit dijangkau manusia. Saya habiskan waktu saya di hutan mangroove dengan menyusuri jalan, terkadang saya berhenti untuk mengambil foto(karna memang tempatnya pas untuk berfoto :d). Di ujung jalan yang disediakan di hutan mangroove ini biasanya pengunjung berhenti di gazebo pinggir pantai yang menghadap ke jalan tol bali mandara. Disana banyak pengunjung yang duduk lama sambil makan siang yang sudah dibawa dari rumah. Karna saat itu banyak sekali pengunjung yang datang saya putuskan untuk berhenti sejenak di pinggir jalan dibawah pohon yang rindang. Duduk sambil "ngobrol" dengan teman saya, bercerita "ngalor-ngidul" sambil menunggu senja datang ditemani kicauan burung sunggu seperti tak ada tempat lain seindah dan senyaman ini selain di hutan mangroove. Saya sangat recomend tempat ini, karna memang tempatnya sangat sejuk dan nyaman bagi pengunjung baik yang berkeluarga maupun yang masih muda-mudi.